<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Glossary Terms &#8211; SMA Negeri 1 Kalasan</title>
	<atom:link href="https://www.sman1kalasan.sch.id/glossary/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.sman1kalasan.sch.id</link>
	<description>Prabaambara Jaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Nov 2025 06:09:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/02/cropped-ikonsaka-32x32.png</url>
	<title>Glossary Terms &#8211; SMA Negeri 1 Kalasan</title>
	<link>https://www.sman1kalasan.sch.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Melati jepang merah</title>
		<link>https://www.sman1kalasan.sch.id/glossary/melati-jepang-merah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Adiwiyata]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Aug 2023 06:01:10 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://www.sman1kalasan.sch.id/?post_type=glossary&#038;p=7274</guid>

					<description><![CDATA[Nama Daerah/Ilmiah Klasifikasi Deskripsi Pseuderanthemum maculatum(Melati jepang merah) Divisi : PteridophytaKelas : AngiospermaeOrdo : LamialesFamili : AcanthaceaeGenus: PseuderanthemumSpesies: Pseuderanthemum maculatum Tumbuhan: Tanaman ini termasuk varian dari bunga melati dan banyak dijumpai tumbuh di negara Jepang. Oleh karena itu masyarakat mengenalnya dengan nama &#8216;Melati Jepang&#8217;. Spesies ini memiliki warna daun dan bunga yang unik serta beraroma harum, sehingga spesies ini seringkali ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan rumah maupun kebun dan juga banyak ditanam sebagai tanaman pagar.Akar: Akar melati merupakan akar tunggang. Akarnya sulit dipatahkan karena ulet atau lentur dan tidak memiliki serat.Batang: berkayu, bulat, kecil, bercabang banyakDaun: tunggal (unifoliate), terletak berhadap-hadapan dan tumbuh berselang-seling, berbentuk ovate dengan warna daun yang hijau kekuningan. Daun tua berwarna gelap. Jaringan vena berwarna kuning.Bunga: Bunga berukuran kecil, kelopak bunga berwarna hijau. Mahkota bunga berbentuk seperti tabung dengan ujung terbuka, berwarna dominan putih dengan corak berbintik merah keunguan di tengah. Petal (helai mahkota) berbentuk bulat telur melebar di akhir dan mempunyai 4 petal dalam satu bunga. Bunga muncul di ujung batang secara berkelompok.Buah: Buah berbentuk kapsul, kecil dengan setiap buah memiliki 4 biji.Fakta Menarik: Melati jepang merah dapat tumbuh dimana saja, baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Spesies ini tumbuh baik di lingkungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td><strong>Nama Daerah/Ilmiah</strong></td><td><strong>Klasifikasi</strong></td><td><strong>Deskripsi</strong></td></tr><tr><td><em>Pseuderanthemum maculatum</em><br>(Melati jepang merah)</td><td>Divisi : Pteridophyta<br>Kelas : Angiospermae<br>Ordo : Lamiales<br>Famili : Acanthaceae<br>Genus: Pseuderanthemum<br>Spesies: <em>Pseuderanthemum maculatum</em></td><td><strong>Tumbuhan</strong>: Tanaman ini termasuk varian dari bunga melati dan banyak dijumpai tumbuh di negara Jepang. Oleh karena itu masyarakat mengenalnya dengan nama &#8216;Melati Jepang&#8217;. Spesies ini memiliki warna daun dan bunga yang unik serta beraroma harum, sehingga spesies ini seringkali ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan rumah maupun kebun dan juga banyak ditanam sebagai tanaman pagar.<br><strong>Akar: </strong>Akar melati merupakan akar tunggang. Akarnya sulit dipatahkan karena ulet atau lentur dan tidak memiliki serat.<br><strong>Batang: </strong>berkayu, bulat, kecil, bercabang banyak<br><strong>Daun: </strong>tunggal (unifoliate), terletak berhadap-hadapan dan tumbuh berselang-seling, berbentuk ovate dengan warna daun yang hijau kekuningan. Daun tua berwarna gelap. Jaringan vena berwarna kuning.<br><strong>Bunga: </strong>Bunga berukuran kecil, kelopak bunga berwarna hijau. Mahkota bunga berbentuk seperti tabung dengan ujung terbuka, berwarna dominan putih dengan corak berbintik merah keunguan di tengah. Petal (helai mahkota) berbentuk bulat telur melebar di akhir dan mempunyai 4 petal dalam satu bunga. Bunga muncul di ujung batang secara berkelompok.<br><strong>Buah</strong>: Buah berbentuk kapsul, kecil dengan setiap buah memiliki 4 biji.<br><strong>Fakta Menarik: </strong>Melati jepang merah dapat tumbuh dimana saja, baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Spesies ini tumbuh baik di lingkungan dengan curah hujan rata-rata 112-19 mm per bulan serta kelembaban udara berkisar antara 50%-80%.</td></tr></tbody></table><figcaption class="wp-element-caption"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="850" height="850" class="wp-image-8816" style="width: 850px;" src="https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/196e84e7-179b-405d-b991-7c8ffa2a9624-1.jpg" alt="" srcset="https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/196e84e7-179b-405d-b991-7c8ffa2a9624-1.jpg 500w, https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/196e84e7-179b-405d-b991-7c8ffa2a9624-1-300x300.jpg 300w, https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/196e84e7-179b-405d-b991-7c8ffa2a9624-1-150x150.jpg 150w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /></figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kelengkeng</title>
		<link>https://www.sman1kalasan.sch.id/glossary/dimocarpus-longan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Adiwiyata]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Aug 2023 05:55:59 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://www.sman1kalasan.sch.id/?post_type=glossary&#038;p=7265</guid>

					<description><![CDATA[Nama Daerah/Ilmiah Klasifikasi Deskripsi Dimocarpus longan(Kelengkeng) Divisi: SpermatophytaKelas: MagnoliopsidaOrdo: SapindalesFamili: SapindaceaeGenus: DimocarpusSpesies: Dimocarpus longan Tumbuhan: pohon kelengkeng adalah tanaman buah-buahan yang berasal dari daratan Asia Tenggara.Akar : Sistem perakaran pada tanaman kelengkeng termasuk ke dalam akar tunggang . Akar tunggang tersebut memiliki fungsi yang digunakan tumbuhan untuk memenuhi kebutuhan makanannya dan termasuk ke dalam ciri pokok dari tanaman dikotil.Batang : tanaman kelengkeng merupakan tanaman yang memiliki biji belah atau dikotil. Tanaman kelengkeng memiliki arah batang dan arah tumbuh batang yang tegak lurus, yaitu memiliki arah yang lurus ke atas.Daun : daun tanaman kelengkeng memiliki morfologi yaitu letak daun berada di ujung batang, filotaksis berselang-seling, memiliki daun penumpu (stipula), termasuk ke dalam daun majemuk, memiliki bentuk helaian daun memanjang, tepi daun rata, pangkal daun tumpul, ujung daun runcing, memiliki permukaan atas daun licin, permukaan bawah daun licin, pertulangan daunnya menyirip, tekstur daun seperti perkamen, warna daun ketika muda hijau, dan ketika tua warna daun hijau tua.Bunga : Bunga tanaman kelengkeng memiliki morfologi yaitu, terletak pada ketiak daun yang tergolong ke dalam bunga majemuk, yaitu bunga yang tumbuhnya secara berkelompok.&#160; Bunga tanaman kelengkeng memiliki warna putih kekuningan dan memiliki susunan yang melekat satu sama lainnya (polysepalous).Buah: Buah kelengkeng&#160;berbentuk bulat sampai lonjong terdapat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td><strong>Nama Daerah/Ilmiah</strong></td><td><strong>Klasifikasi</strong></td><td><strong>Deskripsi</strong></td></tr><tr><td><em>Dimocarpus longan</em><br>(Kelengkeng)</td><td>Divisi: Spermatophyta<br>Kelas: Magnoliopsida<br>Ordo: Sapindales<br>Famili: <a href="http://plantamor.com/species/under/sapindaceae">Sapindaceae</a><br>Genus: <a href="http://plantamor.com/species/under/dimocarpus">Dimocarpus</a><br>Spesies: <em>Dimocarpus</em> <em>longan</em></td><td><strong>Tumbuhan:</strong> pohon kelengkeng adalah tanaman buah-buahan yang berasal dari daratan Asia Tenggara.<br><strong>Akar</strong> : Sistem perakaran pada tanaman kelengkeng termasuk ke dalam akar tunggang . Akar tunggang tersebut memiliki fungsi yang digunakan tumbuhan untuk memenuhi kebutuhan makanannya dan termasuk ke dalam ciri pokok dari tanaman dikotil.<br><strong>Batang</strong> : tanaman kelengkeng merupakan tanaman yang memiliki biji belah atau dikotil. Tanaman kelengkeng memiliki arah batang dan arah tumbuh batang yang tegak lurus, yaitu memiliki arah yang lurus ke atas.<br><strong>Daun</strong> : daun tanaman kelengkeng memiliki morfologi yaitu letak daun berada di ujung batang, filotaksis berselang-seling, memiliki daun penumpu (stipula), termasuk ke dalam daun majemuk, memiliki bentuk helaian daun memanjang, tepi daun rata, pangkal daun tumpul, ujung daun runcing, memiliki permukaan atas daun licin, permukaan bawah daun licin, pertulangan daunnya menyirip, tekstur daun seperti perkamen, warna daun ketika muda hijau, dan ketika tua warna daun hijau tua.<br><strong>Bunga</strong> : Bunga tanaman kelengkeng memiliki morfologi yaitu, terletak pada ketiak daun yang tergolong ke dalam bunga majemuk, yaitu bunga yang tumbuhnya secara berkelompok.&nbsp; Bunga tanaman kelengkeng memiliki warna putih kekuningan dan memiliki susunan yang melekat satu sama lainnya (polysepalous).<br><strong>Buah:</strong> Buah kelengkeng&nbsp;berbentuk bulat sampai lonjong terdapat kulit buah yang bewarna hijau ketika masih muda dan akan berubah menjadi coklat saat sudah matang. <br><strong>Biji:</strong> Benih kelengkeng berbentuk bulat mengkilap dan berwarna hitam, terbungkus oleh daging buah yang transparan.</td></tr></tbody></table></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sri gading</title>
		<link>https://www.sman1kalasan.sch.id/glossary/sri-gading/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Adiwiyata]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Aug 2023 05:55:40 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://www.sman1kalasan.sch.id/?post_type=glossary&#038;p=7264</guid>

					<description><![CDATA[Nama Daerah/Ilmiah Klasifikasi Deskripsi Dracaena fragrans(Sri gading) Divisi: MagnoliophytaKelas: LiliopsidaSubkelas: LiliidaeOrdo: LilialesFamili: AgavaceaeGenus: DracaenaSpesies:&#160;Dracaena fragrans Tumbuhan: Perdu/ pohon kecilBatang:   berkayu, bulat, bercabang, berambut, kasap, putih kotor Daun: tunggal, tidak bertangkai, dan pelepah memeluk batang. Selain itu, daun dracaena bertepi rata, panjang daun 10-20 cm, lebar daun 3-5 cm, pertulangan daun sejajar, permukaan daun licin, dan daun berwarna hijau bercampur hijau mudaBunga: majemuk bentuk malai, harum, kelopak bentuk corong, berambut, panjang ± 7 mm, tabung mahkota silindris, jingga, mahkota 3-5, putih, mekar waktu malam hari dan berjatuhan pada pagi hari. Buah: kotak, bulat telur, pipih, panjang ± 1,5 m, cokelat. Biji: keras, cokelat. Fakta menarik: kandungan pada tanaman ini dapat meningkatkan amplitudo kontraksi pada otot rahim kelinci]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td><strong>Nama Daerah/Ilmiah</strong></td><td><strong>Klasifikasi</strong></td><td><strong>Deskripsi</strong></td></tr><tr><td><em>Dracaena fragrans</em><br>(Sri gading)</td><td>Divisi: Magnoliophyta<br>Kelas: Liliopsida<br>Subkelas: Liliidae<br>Ordo: Liliales<br>Famili: Agavaceae<br>Genus: Dracaena<br>Spesies:&nbsp;<em>Dracaena fragrans</em><br></td><td><strong>Tumbuhan: </strong>Perdu/ pohon kecil<br><strong>Batang</strong>:   berkayu, bulat, bercabang, berambut, kasap, putih kotor <br><strong>Daun</strong>: tunggal, tidak bertangkai, dan pelepah memeluk batang. Selain itu, daun dracaena bertepi rata, panjang daun 10-20 cm, lebar daun 3-5 cm, pertulangan daun sejajar, permukaan daun licin, dan daun berwarna hijau bercampur hijau muda<br><strong>Bunga:</strong> majemuk bentuk malai, harum, kelopak bentuk corong, berambut, panjang ± 7 mm, tabung mahkota silindris, jingga, mahkota 3-5, putih, mekar waktu malam hari dan berjatuhan pada pagi hari. <br><strong>Buah:</strong> kotak, bulat telur, pipih, panjang ± 1,5 m, cokelat. <br><strong>Biji: </strong>keras, cokelat. <br><strong>Fakta menarik:</strong> kandungan pada tanaman ini dapat meningkatkan amplitudo kontraksi pada otot rahim kelinci</td></tr></tbody></table><figcaption class="wp-element-caption"><img decoding="async" width="850" height="850" class="wp-image-8829" style="width: 850px;" src="https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/Dracaena-fragrans-Massangeana-Leaves_1200x.jpg" alt="" srcset="https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/Dracaena-fragrans-Massangeana-Leaves_1200x.jpg 1024w, https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/Dracaena-fragrans-Massangeana-Leaves_1200x-300x300.jpg 300w, https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/Dracaena-fragrans-Massangeana-Leaves_1200x-150x150.jpg 150w, https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/Dracaena-fragrans-Massangeana-Leaves_1200x-768x768.jpg 768w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /></figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Paku sarang burung</title>
		<link>https://www.sman1kalasan.sch.id/glossary/asplenium-nidus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Adiwiyata]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Aug 2023 05:52:13 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://www.sman1kalasan.sch.id/?post_type=glossary&#038;p=7257</guid>

					<description><![CDATA[Nama Daerah/Ilmiah Klasifikasi Deskripsi Asplenium nidus(Paku sarang burung) Divisi: PteridophytaKelas: PolypodiopsidaOrdo: PolypodialesFamili: AspleniaceaeGenus: AspleniumSpesies: Asplenium nidus L. Tumbuhan: Termasuk jenis paku epifit dan hidup menumpang di batang pohon tinggi. Tinggal di daerah yang lembab dan tahan terhadap sinar matahari langsung.Akar: Sistem perakaran rimpang kokoh, tegak, bagian ujung mendukung daun-daun yang tersusun roset. Bagian bawah terdapat kumpulan akar yang besar dan rambut berwarna coklat, bagian ujung ditutupi sisik-sisik sepanjang sampai 2 cm, berwarna coklat hitam.Batang: Batang pendek ditutupi sisik halus dan lebat berwarna coklat.Daun: Daun tunggal dan pendek yang melingkar membentuk keranjang. Ukuran daun kecil dengan panjang 7-150 cm, lebar 3 – 30 cm. Ujung daun meruncing, tepi daun rata dengan permukaan yang berombak dan mengkilat. Daun bagian bawah berwarna pucat dengan garis kecoklatan sepanjang anak tulang. Pertulangan daun menyirip tunggal.Sorus: Sorus terletak di permukaan bawah daun, tersusun mengikuti tulang daun, berwarna coklat tua. Sorus berbentuk garis, tersusun rapat di permukaan bawah daun fertil.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td><strong>Nama Daerah/Ilmiah</strong></td><td><strong>Klasifikasi</strong></td><td><strong>Deskripsi</strong></td></tr><tr><td><em>Asplenium nidus</em><br>(Paku sarang burung)</td><td>Divisi: PteridophytaKelas: PolypodiopsidaOrdo: PolypodialesFamili: AspleniaceaeGenus: AspleniumSpesies: <em>Asplenium nidus </em>L.</td><td><strong>Tumbuhan:</strong> Termasuk jenis paku epifit dan hidup menumpang di batang pohon tinggi. Tinggal di daerah yang lembab dan tahan terhadap sinar matahari langsung.<br><strong>Akar</strong>: Sistem perakaran rimpang kokoh, tegak, bagian ujung mendukung daun-daun yang tersusun roset. Bagian bawah terdapat kumpulan akar yang besar dan rambut berwarna coklat, bagian ujung ditutupi sisik-sisik sepanjang sampai 2 cm, berwarna coklat hitam.<br><strong>Batang</strong>: Batang pendek ditutupi sisik halus dan lebat berwarna coklat.<br><strong>Daun</strong>: Daun tunggal dan pendek yang melingkar membentuk keranjang. Ukuran daun kecil dengan panjang 7-150 cm, lebar 3 – 30 cm. Ujung daun meruncing, tepi daun rata dengan permukaan yang berombak dan mengkilat. Daun bagian bawah berwarna pucat dengan garis kecoklatan sepanjang anak tulang. Pertulangan daun menyirip tunggal.<br><strong>Sorus</strong>: Sorus terletak di permukaan bawah daun, tersusun mengikuti tulang daun, berwarna coklat tua. Sorus berbentuk garis, tersusun rapat di permukaan bawah daun fertil.</td></tr></tbody></table><figcaption class="wp-element-caption"><img decoding="async" width="850" height="638" class="wp-image-8819" style="width: 850px;" src="https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/Asplenium_nidus_Bukidnon_Philippines_02-scaled.jpg" alt="" srcset="https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/Asplenium_nidus_Bukidnon_Philippines_02-scaled.jpg 2560w, https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/Asplenium_nidus_Bukidnon_Philippines_02-300x225.jpg 300w, https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/Asplenium_nidus_Bukidnon_Philippines_02-1024x768.jpg 1024w, https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/Asplenium_nidus_Bukidnon_Philippines_02-768x576.jpg 768w, https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/Asplenium_nidus_Bukidnon_Philippines_02-1536x1152.jpg 1536w, https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/Asplenium_nidus_Bukidnon_Philippines_02-2048x1536.jpg 2048w, https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/Asplenium_nidus_Bukidnon_Philippines_02-600x450.jpg 600w, https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/Asplenium_nidus_Bukidnon_Philippines_02-160x120.jpg 160w, https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/Asplenium_nidus_Bukidnon_Philippines_02-90x67.jpg 90w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /></figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gelombang cinta</title>
		<link>https://www.sman1kalasan.sch.id/glossary/gelombang-cinta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Adiwiyata]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Aug 2023 05:51:13 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://www.sman1kalasan.sch.id/?post_type=glossary&#038;p=7259</guid>

					<description><![CDATA[Nama Daerah/Ilmiah Klasifikasi Deskripsi Anthurium plowmanii(Gelombang cinta) Divisi : SpermatophytaKelas : Dikotil&#160;Ordo : Arales&#160;Famili : Àraceae&#160;Genus : AnthuriumSpesies : Anthuriumplowmanii Tumbuhan : Merupakan tumbuhan semak.&#160;Akar : Akar serabut sedikit liar, warna putih kehijauan.&#160;Batang : Beruas pendek, setiap ruas merupakan tempat melekatnya tangkai daun. Batang umumnya dipenuhi oleh akar yang tumbuh.&#160;Daun : Bergelombang rapat dan keriting dengan permukaan mengkilap. Tekstur daunnya tebal dan tegas, bila daunnya dipegang akan terasa lebih tebal, warna daun hijau pekat.&#160;Bunga : Bentuknya seperti tongkol jagung berukuran kecil – kecil memanjang menempel pada tangkai yang mencuat di tengah – tengah seludung. Bunga terdiri atas tangkai, mahkota, dan tongkol. Bunga tergolong bunga berumah satu.&#160;Buah : Berwarna merah dimana di dalam buah akan terdapat biji – biji.&#160;Biji : Biji – biji yang segar berbentuk gembung, sedangkan biji yang sudah tua akan kisut.&#160;Fakta Menarik : Tumbuhan ini cukup sensitif terhadap kebutuhan sinar matahari. Daunnya terlihat pucat dan lemas bila kekurangan sinar matahari. Namun sebaliknya, bila daun terkena sinar matahari dalam tempo lama setiap harinya, akibatnya daun menjadi kepucatan, memutih, ada titik – titik terbakar dan bahkan terbakar total. Jadi lingkungan sekitarnya diharapkan bersuasana semi teduh.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td><strong>Nama Daerah/Ilmiah</strong></td><td><strong>Klasifikasi</strong></td><td><strong>Deskripsi</strong></td></tr><tr><td><em>Anthurium plowmanii</em><br>(Gelombang cinta)</td><td>Divisi : SpermatophytaKelas : Dikotil&nbsp;Ordo : Arales&nbsp;Famili : Àraceae&nbsp;Genus : AnthuriumSpesies : <em>Anthurium</em><em>plowmanii</em></td><td><strong>Tumbuhan </strong>: Merupakan tumbuhan semak.&nbsp;<br><strong>Akar </strong>: Akar serabut sedikit liar, warna putih kehijauan.&nbsp;<br><strong>Batang </strong>: Beruas pendek, setiap ruas merupakan tempat melekatnya tangkai daun. Batang umumnya dipenuhi oleh akar yang tumbuh.&nbsp;<br><strong>Daun </strong>: Bergelombang rapat dan keriting dengan permukaan mengkilap. Tekstur daunnya tebal dan tegas, bila daunnya dipegang akan terasa lebih tebal, warna daun hijau pekat.&nbsp;<br><strong>Bunga </strong>: Bentuknya seperti tongkol jagung berukuran kecil – kecil memanjang menempel pada tangkai yang mencuat di tengah – tengah seludung. Bunga terdiri atas tangkai, mahkota, dan tongkol. Bunga tergolong bunga berumah satu.&nbsp;<br><strong>Buah </strong>: Berwarna merah dimana di dalam buah akan terdapat biji – biji.&nbsp;<br><strong>Biji </strong>: Biji – biji yang segar berbentuk gembung, sedangkan biji yang sudah tua akan kisut.<strong>&nbsp;</strong><br><strong>Fakta Menarik</strong> : Tumbuhan ini cukup sensitif terhadap kebutuhan sinar matahari. Daunnya terlihat pucat dan lemas bila kekurangan sinar matahari. Namun sebaliknya, bila daun terkena sinar matahari dalam tempo lama setiap harinya, akibatnya daun menjadi kepucatan, memutih, ada titik – titik terbakar dan bahkan terbakar total. Jadi lingkungan sekitarnya diharapkan bersuasana semi teduh.</td></tr></tbody></table><figcaption class="wp-element-caption"><img loading="lazy" decoding="async" width="850" height="478" class="wp-image-8827" style="width: 850px;" src="https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/Birds_Nest_Anthurium_Anthurium_plowmanii.jpg" alt="" srcset="https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/Birds_Nest_Anthurium_Anthurium_plowmanii.jpg 1200w, https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/Birds_Nest_Anthurium_Anthurium_plowmanii-300x169.jpg 300w, https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/Birds_Nest_Anthurium_Anthurium_plowmanii-1024x576.jpg 1024w, https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/Birds_Nest_Anthurium_Anthurium_plowmanii-768x432.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 850px) 100vw, 850px" /></figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puring</title>
		<link>https://www.sman1kalasan.sch.id/glossary/puring/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Adiwiyata]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Aug 2023 05:50:43 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://www.sman1kalasan.sch.id/?post_type=glossary&#038;p=7251</guid>

					<description><![CDATA[Nama Daerah/Ilmiah Klasifikasi Deskripsi Codiaeum variegatum(Puring) Divisi : Spermatophyta&#160;Kelas : Dikotil&#160;Ordo : Malpighiales Family : Eúphorbiaceae Genus : Codiaeum&#160;Spesies : Codiaeum variegatum&#160; Tumbuhan : Tumbuhan berupa semak.&#160;Akar : Tunggang, berwarna kuning muda.&#160;Batang : Bulat, berkayu keras, bercabang, coklat kehijauan.&#160;Daun : Tunggal, bentuk bulat telur, lonjong, jorong, pertulangan menjari, warna hijau berbintik, kuning kehijauan.&#160;Bunga : Majemuk berbentuk tandan, memiliki 5 sepal dan 5 petal.&#160;Buah : Berbentuk kapsul, kuning kehijauan.&#160;Biji : Kecil seperti pasir, coklat.&#160;Fakta menarik : Tanaman puring memiliki banyak manfaat di antaranya sebagai obat antifungal, antikanker, obat diare berdarah , dan obat penahan rasa sakit. Selain itu, puring merupakan ora anti polusi yang mampu menyerap polutan berbahaya seperti timbal (Pb).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td><strong>Nama Daerah/Ilmiah</strong></td><td><strong>Klasifikasi</strong></td><td><strong>Deskripsi</strong></td></tr><tr><td><em>Codiaeum variegatum</em><br>(Puring)</td><td>Divisi : Spermatophyta&nbsp;<br>Kelas : Dikotil&nbsp;<br>Ordo : Malpighiales <br>Family : Eúphorbiaceae Genus : Codiaeum&nbsp;<br>Spesies : <em>Codiaeum variegatum&nbsp;</em></td><td><strong>Tumbuhan</strong> : Tumbuhan berupa semak.&nbsp;<br><strong>Akar</strong> : Tunggang, berwarna kuning muda.&nbsp;<br><strong>Batang</strong> : Bulat, berkayu keras, bercabang, coklat kehijauan.&nbsp;<br><strong>Daun</strong> : Tunggal, bentuk bulat telur, lonjong, jorong, pertulangan menjari, warna hijau berbintik, kuning kehijauan.&nbsp;<br><strong>Bunga</strong> : Majemuk berbentuk tandan, memiliki 5 sepal dan 5 petal.&nbsp;<br><strong>Buah </strong>: Berbentuk kapsul, kuning kehijauan.&nbsp;<br><strong>Biji</strong> : Kecil seperti pasir, coklat.&nbsp;<br><strong>Fakta menarik</strong> : Tanaman puring memiliki banyak manfaat di antaranya sebagai obat antifungal, antikanker, obat diare berdarah , dan obat penahan rasa sakit. Selain itu, puring merupakan ora anti polusi yang mampu menyerap polutan berbahaya seperti timbal (Pb).</td></tr></tbody></table><figcaption class="wp-element-caption"><img loading="lazy" decoding="async" width="1850" height="1043" class="wp-image-8832" style="width: 1850px;" src="https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/1422396411_169.jpeg" alt="" srcset="https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/1422396411_169.jpeg 720w, https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/1422396411_169-300x169.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 1850px) 100vw, 1850px" /></figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Matoa</title>
		<link>https://www.sman1kalasan.sch.id/glossary/matoa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Adiwiyata]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Aug 2023 05:49:46 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://www.sman1kalasan.sch.id/?post_type=glossary&#038;p=7255</guid>

					<description><![CDATA[Nama Daerah/Ilmiah Klasifikasi Deskripsi Pometia pinnata(Matoa) Divisi : TracheophytaKelas : MagnoliopsidaOrdo : SapindalesFamili : SapindaceaeGenus : PometiaSpesies : Pometia Pinnata Tumbuhan: termasuk tumbuhanAkar: Sistem perakaran pohon matoa berbentuk akar tunggang.Batang: Batang berbentuk silinder, berdiri tegak, dan percabangannya simpodial. Arah percabangan matoa tumbuh miring hingga mendatar, sehingga membentuk pohon rindang.Daun: Termasuk daun majemuk dan tersusun berselang seling sebanyak 4–12 pasang anak daun. Warna daun muda merah cerah dan berubah menjadi hijau. Panjang rata-rata daunnya 30–40 cm dan lebarnya 8–15 cm. Helaian daun tebal dan kaku, runcing pada ujungnya, bagian pangkal tumpul dan tepi rata. Bagian permukaan atas dan bawah daun halus. Pertulangan daun melengkung.Bunga: Termasuk bunga majemuk tumbuh pada bagian ujung tangkai daun. Pada bagian mahkota bunga terdapat bulu di bagian luar, serta bagian kelopak bunga agak menyatu.Buah: Buah berbentuk bulat lonjong sebesar telur puyuh dengan panjang 1,5-5 cm dengan diameter 1-3 cm. Kulit luar buah muda licin berwarna kuning kehijauan. Saat masak buah berwarna coklat kemerahan. Isi buah memiliki kulit ari yang berwarna putih transparan dan melekat pada biji.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td><strong>Nama Daerah/Ilmiah</strong></td><td><strong>Klasifikasi</strong></td><td><strong>Deskripsi</strong></td></tr><tr><td><em>Pometia pinnata</em><br>(Matoa)</td><td>Divisi : TracheophytaKelas : MagnoliopsidaOrdo : SapindalesFamili : SapindaceaeGenus : PometiaSpesies : <em>Pometia Pinnata</em></td><td><strong>Tumbuhan: </strong>termasuk tumbuhan<br><strong>Akar: </strong>Sistem perakaran pohon matoa berbentuk akar tunggang.<br><strong>Batang: </strong>Batang berbentuk silinder, berdiri tegak, dan percabangannya simpodial. Arah percabangan matoa tumbuh miring hingga mendatar, sehingga membentuk pohon rindang.<br><strong>Daun: </strong>Termasuk daun majemuk dan tersusun berselang seling sebanyak 4–12 pasang anak daun. Warna daun muda merah cerah dan berubah menjadi hijau. Panjang rata-rata daunnya 30–40 cm dan lebarnya 8–15 cm. Helaian daun tebal dan kaku, runcing pada ujungnya, bagian pangkal tumpul dan tepi rata. Bagian permukaan atas dan bawah daun halus. Pertulangan daun melengkung.<br><strong>Bunga: </strong>Termasuk bunga majemuk tumbuh pada bagian ujung tangkai daun. Pada bagian mahkota bunga terdapat bulu di bagian luar, serta bagian kelopak bunga agak menyatu.<br><strong>Buah: </strong>Buah berbentuk bulat lonjong sebesar telur puyuh dengan panjang 1,5-5 cm dengan diameter 1-3 cm. Kulit luar buah muda licin berwarna kuning kehijauan. Saat masak buah berwarna coklat kemerahan. Isi buah memiliki kulit ari yang berwarna putih transparan dan melekat pada biji.</td></tr></tbody></table><figcaption class="wp-element-caption"><img loading="lazy" decoding="async" width="500" height="375" class="wp-image-8850" style="width: 500px;" src="https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/800px-Pometia_pinnata-1.jpg" alt="" srcset="https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/800px-Pometia_pinnata-1.jpg 800w, https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/800px-Pometia_pinnata-1-300x225.jpg 300w, https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/800px-Pometia_pinnata-1-768x576.jpg 768w, https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/800px-Pometia_pinnata-1-600x450.jpg 600w, https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/800px-Pometia_pinnata-1-160x120.jpg 160w, https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/800px-Pometia_pinnata-1-90x67.jpg 90w" sizes="auto, (max-width: 500px) 100vw, 500px" /></figcaption></figure>



<p><img loading="lazy" decoding="async" width="500" height="333" class="wp-image-8851" style="width: 500px;" src="https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/Pohon-Matoa-Asli-Papua-Kayu-dan-Buahnya-Berharga-1.jpg" alt="" srcset="https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/Pohon-Matoa-Asli-Papua-Kayu-dan-Buahnya-Berharga-1.jpg 696w, https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/Pohon-Matoa-Asli-Papua-Kayu-dan-Buahnya-Berharga-1-300x200.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 500px) 100vw, 500px" /></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cermai</title>
		<link>https://www.sman1kalasan.sch.id/glossary/cermai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Adiwiyata]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Aug 2023 05:40:07 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://www.sman1kalasan.sch.id/?post_type=glossary&#038;p=7248</guid>

					<description><![CDATA[Nama Daerah/Ilmiah Klasifikasi Deskripsi Phyllanthus acidus L. (Cermai) Divisi: Spermatophyta Kelas: Dikotil Ordo: Euphorbiales Famili: Eúphorbiaceae Genus: Phyllanthus Spesies: Phyllanthus acidus L. Tumbuhan : pohon, tinggi ± 10 cm Akar : tunggang, coklat muda Batang : tegak, bulat, berkayu, mudah patah, kasar, percabangan monopodial, coklat muda Daun : majemuk, lonjong, berseling, panjang 5-6 cm, lebar 2-3 cm, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, pertulangan menyirip, halus, tangkai silindris, panjang ± 2 cm, hijau muda Bunga : majemuk, bulat, di ranting, tangkai silindris, panjang ± 1 cm, hijau muda, kelopak bentuk bintang, halus, mahkota merah muda Buah : bulat, permukaan berlekuk, kuning keputih-putihan Biji : bulat pipih, coklat muda. Fakta menarik : Di Thailand, akar tanaman dimanfaatkan sebagai rehabilitasi dari seseorang yang kecanduan alkohol. Pengobatan ini sangat efektif, namun ternyata menimbulkan efek samping kronis yang cukup serius.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td><strong>Nama Daerah/Ilmiah</strong><strong></strong></td><td><strong>Klasifikasi</strong><strong></strong></td><td><strong>Deskripsi</strong><strong></strong></td></tr><tr><td><em>Phyllanthus acidus </em>L. (Cermai)</td><td>Divisi: Spermatophyta Kelas: Dikotil Ordo: Euphorbiales Famili: Eúphorbiaceae Genus: Phyllanthus Spesies: <em>Phyllanthus acidus </em>L.</td><td><strong>Tumbuhan</strong> : pohon, tinggi ± 10 cm <strong>Akar</strong> : tunggang, coklat muda <strong>Batang</strong> : tegak, bulat, berkayu, mudah patah, kasar, percabangan monopodial, coklat muda <strong>Daun</strong> : majemuk, lonjong, berseling, panjang 5-6 cm, lebar 2-3 cm, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, pertulangan menyirip, halus, tangkai silindris, panjang ± 2 cm, hijau muda <strong>Bunga</strong> : majemuk, bulat, di ranting, tangkai silindris, panjang ± 1 cm, hijau muda, kelopak bentuk bintang, halus, mahkota merah muda <strong>Buah</strong> : bulat, permukaan berlekuk, kuning keputih-putihan <strong>Biji</strong> : bulat pipih, coklat muda. <strong>Fakta menarik</strong> : Di Thailand, akar tanaman dimanfaatkan sebagai rehabilitasi dari seseorang yang kecanduan alkohol. Pengobatan ini sangat efektif, namun ternyata menimbulkan efek samping kronis yang cukup serius.</td></tr></tbody></table><figcaption class="wp-element-caption"><img loading="lazy" decoding="async" width="850" height="636" class="wp-image-8844" style="width: 850px;" src="https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/ilustrasi-buah-cermai_43.jpeg" alt="" srcset="https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/ilustrasi-buah-cermai_43.jpeg 720w, https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/ilustrasi-buah-cermai_43-300x225.jpeg 300w, https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/ilustrasi-buah-cermai_43-600x450.jpeg 600w, https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/ilustrasi-buah-cermai_43-160x120.jpeg 160w, https://www.sman1kalasan.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/ilustrasi-buah-cermai_43-90x67.jpeg 90w" sizes="auto, (max-width: 850px) 100vw, 850px" /></figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jambu Air Merah</title>
		<link>https://www.sman1kalasan.sch.id/glossary/jambu-air-merah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pengelola Laman]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jun 2023 21:41:52 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://www.sman1kalasan.sch.id/?post_type=glossary&#038;p=7209</guid>

					<description><![CDATA[Nama Latin Nama Daerah Taksonomi Deskripsi Syzygium aqueum Jambu Air Merah Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Myrtales Famili : Myrtaceae Genus : Syzygium Spesies : Syzygium aqueum Tumbuhan : Jambu Air Merah merupakan tumbuhan perdu dengan tinggi 3-10 m Akar : Jambu Air Merah memiliki akar tunggang atau dapat disebut sebagai radik primaria. Memiliki cabang perakaran yang kecil, dan termasuk bagian akar tunggang Batang : Tanaman Jambu Air memiliki batang berkayu, dengan struktur yang kuat dan keras. Memiliki tekstur yang relatif kasar, berwarna coklat, dan ada bercak coklat. Batang tanaman Jambu Air tegak dan memiliki ketinggian sekitar 3 -10 meter atau lebih Daun : Jenis daun Jambu Air Merah yaitu tunggal, bertangkai, di ujung daun berbentuk tumpul dan di pangkal bulat, permukaan daun pula dominan mengkilap. Dengan panjang daun sekitar 15-20 cm serta lebar 4-6 cm atau lebih, memiliki tulang daun menyirip berwarna hijau Bunga : Jambu Air Merah mempunyai bunga yang berjenis majemuk, dengan bunga yang berbentuk malai dengan warna kuning keputihan. Bunga ini terletak di bagian ketiak daun, kelopak memiliki bentuk corong, ukuran pada benang sari sekitar 3-3,5 cm dengan warna putih dan memiliki 20 benang sari lebih serta putik yang berukuran 4-5 cm dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td><strong>Nama Latin</strong><strong></strong></td><td><strong>Nama Daerah</strong><strong></strong></td><td><strong>Taksonomi</strong><strong></strong></td><td><strong>Deskripsi</strong><strong></strong></td></tr><tr><td><em>Syzygium aqueum</em></td><td>Jambu Air Merah</td><td>Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Myrtales Famili : Myrtaceae Genus : Syzygium Spesies : <em>Syzygium aqueum</em></td><td><strong>Tumbuhan</strong> : Jambu Air Merah merupakan tumbuhan perdu dengan tinggi 3-10 m <strong>Akar</strong> : Jambu Air Merah memiliki akar tunggang atau dapat disebut sebagai radik primaria. Memiliki cabang perakaran yang kecil, dan termasuk bagian akar tunggang <strong>Batang</strong> : Tanaman Jambu Air memiliki batang berkayu, dengan struktur yang kuat dan keras. Memiliki tekstur yang relatif kasar, berwarna coklat, dan ada bercak coklat. Batang tanaman Jambu Air tegak dan memiliki ketinggian sekitar 3 -10 meter atau lebih <strong>Daun</strong> : Jenis daun Jambu Air Merah yaitu tunggal, bertangkai, di ujung daun berbentuk tumpul dan di pangkal bulat, permukaan daun pula dominan mengkilap. Dengan panjang daun sekitar 15-20 cm serta lebar 4-6 cm atau lebih, memiliki tulang daun menyirip berwarna hijau <strong>Bunga</strong> : Jambu Air Merah mempunyai bunga yang berjenis majemuk, dengan bunga yang berbentuk malai dengan warna kuning keputihan. Bunga ini terletak di bagian ketiak daun, kelopak memiliki bentuk corong, ukuran pada benang sari sekitar 3-3,5 cm dengan warna putih dan memiliki 20 benang sari lebih serta putik yang berukuran 4-5 cm dengan warna hijau. <strong>Buah</strong> : Buah Jambu Air Merah bertipe buni, berbentuk gasing dengan pangkal 4 kecil dan ujung yang sangat melebar serta berwarna putih sampai pink. Daging buahnya putih dan berair, hampir tidak beraroma, dan memiliki rasa asam kadang-kadang sepat <strong>Biji</strong>: Jambu Air Merah memiliki biji dengan&nbsp; diameter kurang lebih 1,5 cm dengan warna putih kecoklatan yang memiliki kulit biji dilapisi selaput putih. <strong>Fakta Menarik</strong> : Buah Jambu Air banyak mengandung air sekitar 90% dari 100 gram bagian buah yang dapat dimakan dan berfungsi sebagai penghilang rasa haus selain itu Jambu Air juga mengandung protein, karbohidrat, kalsium, zat besi, magnesium, potassium, zinc, copper, asam sitrat, fosfat, serat, vitamin C, vitamin A, niacin, riboflavin, thiamin dan sejumlah zat bermanfaat lainnya</td></tr></tbody></table></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Glodokan Mimba</title>
		<link>https://www.sman1kalasan.sch.id/glossary/glodokan-mimba/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Adiwiyata]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jun 2023 21:41:31 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://www.sman1kalasan.sch.id/?post_type=glossary&#038;p=7207</guid>

					<description><![CDATA[Nama Latin Nama Daerah Taksonomi Deskripsi Monoon longifolium Glodokan Mimba Divisi: SpermatophytaKelas: MagnoliopsidaOrdo: MagnolialesFamily: AnnonaceaeGenus: PolyalthiaSpesies: Monoon longifolium Tumbuhan: PohonAkar: Glodokan Mimba memiliki akar berukuran dari sedang hingga besar yang terdapat di dalam tanah dan terkadang sebagian di luar tanah.Batang: Pada umumnya pohon Glodokan Mimba tumbuh menjulang ke atas, namun bisa juga tumbuh seperti pohon cemara. Pohon Glodokan Mimba bisa tumbuh mencapai ketinggian 5 sampai 8 meter.Daun: Pohon Glodokan Mimba memiliki daun berbentuk lanset dan memanjang, pada bagian pinggir daun bergelombang, pertulangan daun menyirip serta berwarna hijau.Bunga: Tanaman Glodokan Mimba mempunyai bunga yang kecil dan berwarna kuning kehijauan. Jumlah kelopak bunga 5 helai dan berbentuk menyerupai bintang lima.Buah: Tanaman Glodokan Mimba juga memiliki buah yang berjenis buah buni, yang berbentuk lonjong atau bulat memanjang dengan warna buahnya coklat.Fakta menarik: Pohon Glodokan Mimba merupakan salah satu jenis tanaman yang berguna sebagai tanaman peneduh. Pohon Glodokan Mimba sering dimanfaatkan sebagai penetralisir udara yang sudah tercemar di kota – kota besar, tanaman ini juga dapat berperan sebagai peredam suara.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td><strong>Nama Latin</strong><strong></strong></td><td><strong>Nama Daerah</strong><strong></strong></td><td><strong>Taksonomi</strong><strong></strong></td><td><strong>Deskripsi</strong><strong></strong></td></tr><tr><td><em>Monoon longifolium</em></td><td>Glodokan Mimba</td><td>Divisi: Spermatophyta<br>Kelas: Magnoliopsida<br>Ordo: Magnoliales<br>Family: Annonaceae<br>Genus: Polyalthia<br>Spesies: <em>Monoon longifolium</em><br></td><td><strong>Tumbuhan: </strong>Pohon<br><strong>Akar: </strong>Glodokan Mimba memiliki akar berukuran dari sedang hingga besar yang terdapat di dalam tanah dan terkadang sebagian di luar tanah.<br><strong>Batang: </strong>Pada umumnya pohon Glodokan Mimba tumbuh menjulang ke atas, namun bisa juga tumbuh seperti pohon cemara. Pohon Glodokan Mimba bisa tumbuh mencapai ketinggian 5 sampai 8 meter.<br><strong>Daun: </strong>Pohon Glodokan Mimba memiliki daun berbentuk lanset dan memanjang, pada bagian pinggir daun bergelombang, pertulangan daun menyirip serta berwarna hijau.<br><strong>Bunga: </strong>Tanaman Glodokan Mimba mempunyai bunga yang kecil dan berwarna kuning kehijauan. Jumlah kelopak bunga 5 helai dan berbentuk menyerupai bintang lima.<br><strong>Buah: </strong>Tanaman Glodokan Mimba juga memiliki buah yang berjenis buah buni, yang berbentuk lonjong atau bulat memanjang dengan warna buahnya coklat.<br><strong>Fakta menarik:</strong> Pohon Glodokan Mimba merupakan salah satu jenis tanaman yang berguna sebagai tanaman peneduh. Pohon Glodokan Mimba sering dimanfaatkan sebagai penetralisir udara yang sudah tercemar di kota – kota besar, tanaman ini juga dapat berperan sebagai peredam suara.</td></tr></tbody></table></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
