Info Sekolah
Minggu, 02 Mar 7236
  • Wajah baru, Semangat Baru, Pencapakai Baru, Praba Ambara Jaya.
  • Wajah baru, Semangat Baru, Pencapakai Baru, Praba Ambara Jaya.
27 Juni 2023

Kepel

Sel, 27 Juni 2023 Dibaca 134x
Nama LatinNama DaerahTaksonomiDeskripsi
Stelechocarpus burahol  KepelDivisi : Spermatophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Ebenales Famili : Sapotaceae Genus : Stelechocarpus Spesies: Stelechocarpus buraholTumbuhan: Kepel masuk ke dalam jenis Pohon, dengan tinggi 25 m dan diameter batang utama mencapai 40 cm. Akar: Tanaman Kepel memiliki sistem perakaran tunggang, tidak berbanir. Batang: Batang Kepel berwarna coklat-kelabu tua sampai hitam. Percabangan monopodial. Pada batangnya terdapat tonjolan-tonjolan bekas tumbuh buah. Daun:  Kepel memiliki daun tunggal dengan bentuk elips, bulat telur, oblong, lanceolate hingga agak runcing, tepi daun rata, ujung daun runcing, berwarna hijau gelap, gundul atau tidak berambut dan tepi daun rata Bunga: Kepel memiliki Bunga berkelamin tunggal, bunga jantan terletak di bagian atas dan di cabang-cabang yang tua sedangkan bunga betina terletak di pangkal batang, gundul atau sedikit berambut, pada awalnya berwarna hijau kemudian memutih. Buah: Buah Kepel adalah tipe buah buni, buah yang matang akan berwarna coklat dengan perikarp berwarna coklat berisi sari buah yang dapat dimakan Biji: Kepel memiliki biji berjumlah 4-6 pada tiap buahnya, ellipsoid, panjangnya mencapai 3,25 cm. Fakta Menarik: Sebagai flora identitas, Kepel memiliki makna filosofis yang mendalam bagi masyarakat di DIY. Kepel juga sering disebut sebagai Kepel Watu. Kata Kepel berarti genggaman tangan manusia atau greget (niat) dalam bekerja. Watu berarti dasar. Pohon Kepel melambangkan manunggaling sedya kaliyan gegayuhan yang berarti bersatunya niat dengan kerja.